IHSG Sempat Jatuh, Lalu Bangkit Lagi di Hari Purbaya Lengser

JAKARTA, Lombokpedia.id – Bursa saham Indonesia sempat terseret ke bawah pada awal perdagangan Senin (14/9/2026). Namun, menjelang pasar ditutup, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perlahan bangkit dan akhirnya kembali ke zona hijau.
Menariknya, seperti disadur dari kompas, pergerakan IHSG itu terjadi tepat pada hari ketika kursi Menteri Keuangan berganti. Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam pergantian yang berlangsung mendadak.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat terperosok cukup dalam hingga menyentuh level 6.371,39. Namun, tekanan tersebut perlahan mereda.
Menjelang penutupan perdagangan, IHSG berbalik arah. Pada pukul 15.49 WIB, indeks berada di level 6.541,33 atau menguat 0,039 poin.
Aktivitas transaksi di lantai bursa juga cukup ramai. Volume perdagangan tercatat mencapai 32,82 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp16,43 triliun.
Meski indeks akhirnya menghijau, suasana di pasar belum sepenuhnya cerah.
Sebanyak 451 saham masih berada di zona merah. Hanya 198 saham yang menguat, sementara 139 saham lainnya bergerak stagnan.
Dengan kata lain, warna hijau IHSG hari itu belum sepenuhnya menggambarkan suasana pasar. Tekanan jual masih terasa di banyak saham.
Pergantian Menteri Keuangan Jadi Sorotan
Pergerakan IHSG pada hari pergantian Menteri Keuangan tentu bukan kebetulan yang bisa dilewatkan begitu saja.
Pasar selalu punya cara sendiri untuk membaca perubahan. Pergantian pejabat di posisi strategis seperti Menteri Keuangan dapat menjadi perhatian investor karena menyangkut arah kebijakan fiskal dan pengelolaan ekonomi ke depan.
Nama Purbaya sendiri cukup dekat dengan dunia pasar modal.
Sebelum dipercaya menjadi Menteri Keuangan, Purbaya memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan dan pasar modal. Ia pernah berkarier di PT Danareksa Sekuritas dan cukup aktif memberikan pandangan mengenai kondisi pasar.
Dalam sejumlah kesempatan, Purbaya bahkan menunjukkan optimisme besar terhadap masa depan IHSG.
Ia pernah mengatakan indeks saham Indonesia bukan tidak mungkin menembus level 10.000.
Purbaya Pernah Ramal IHSG Tembus 10.000
Optimisme itu disampaikan Purbaya pada Januari 2026, setelah IHSG sempat menembus level 9.000 dalam perdagangan pada 8 Januari 2026.
Saat itu, dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026, Purbaya menyebut target IHSG 10.000 bukan sesuatu yang terlalu sulit dicapai.
“Tahun ini 10.000 nggak susah-susah amat,” kata Purbaya.
Menurut dia, pergerakan IHSG tidak sekadar mencerminkan angka di layar perdagangan. Di baliknya ada kepercayaan investor terhadap masa depan ekonomi Indonesia.
“IHSG itu menunjukkan bahwa investor semakin percaya pada fondasi perekonomian kita ke depan,” ujarnya.
Purbaya menjelaskan, investor pasar modal pada dasarnya melihat ke depan. Karena itu, masuknya investor ke pasar saham juga menjadi salah satu tanda bahwa mereka melihat ada prospek ekonomi yang cukup menjanjikan.
“Investor pasar modal itu forward looking, kalau mereka tidak percaya, mau saya bicara sampai berbusa pun, mereka tidak akan masuk,” katanya.
Menurut Purbaya, kepercayaan tersebut juga berkaitan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperbaiki kinerja perusahaan.
Kini, setelah kursi Menteri Keuangan berpindah tangan, perhatian pasar tentu akan tertuju pada bagaimana kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo berjalan di bawah Menteri Keuangan yang baru.
IHSG boleh saja sempat tersungkur pada awal perdagangan.
Namun, pada penghujung hari, indeks memilih bangkit.
Dan di tengah pergantian salah satu pejabat paling penting dalam pengelolaan ekonomi negara, pasar seolah sedang mengatakan satu hal: investor masih menunggu dan melihat ke mana arah angin berikutnya.
Sumber: Disadur dari Kompas dan data Bursa Efek Indonesia (BEI). (Red2)
