Sebelum Turun ke Desa, 330 Mahasiswa Fakultas Teknik UNHAZ Dibekali Pendalaman AI hingga Pencegahan Kekerasan

Pembekalan KKN Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 itu berlangsung di Aula Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi, Sabtu, 19 September 2026.

LOMBOK TIMUR, Lombokpedia.id – Sebelum benar-benar turun ke tengah masyarakat, sekitar 330 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi lebih dulu dibekali berbagai pengetahuan untuk menghadapi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Membangun Desa.

Pembekalan KKN Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 itu berlangsung di Aula Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi, Sabtu, 19 September 2026.

Bukan sekadar bekal teknis untuk menjalankan program di desa, mahasiswa juga diajak melihat KKN sebagai ruang untuk menerapkan ilmu, teknologi, sekaligus belajar membaca kebutuhan masyarakat secara langsung.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor III Universitas Hamzanwadi Dr. Muhammad Ali, M.Si., Direktur DPPM Dr. Shahibul Ahyan, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Akademik Hariman Bahtir, M.Kom., Ketua Panitia Dr. Ramli Akhmad, M.Pd., Kepala Kerja Sama dan Kemitraan Herman Supriadi, S.Pd., M.A., serta Ketua PPKPT Dr. Suhartiwi, M.Pd.Kons.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, kemudian dilanjutkan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik.

Setelah itu, Wakil Rektor III Dr. Muhammad Ali, M.Si. memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan pembekalan.

Dalam arahannya, Muhammad Ali mengingatkan mahasiswa agar tidak datang ke desa hanya membawa program, tetapi juga membawa kemampuan untuk membaca persoalan dan menawarkan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Salah satu yang ditekankan adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, perkembangan teknologi dapat menjadi bagian dari solusi yang dikembangkan mahasiswa selama KKN, terutama jika penggunaannya diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Namun, teknologi bukan satu-satunya bekal.

Mahasiswa juga diingatkan untuk menjaga sikap selama berada di lokasi KKN. Sebab, di tengah masyarakat, mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Universitas Hamzanwadi.

Pembekalan kemudian berlanjut dengan materi dari PPKPT bertema “Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Kampus dan Lokasi KKN”.

Materi ini menjadi penting karena mahasiswa nantinya akan berinteraksi langsung dengan berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Pemahaman mengenai pencegahan kekerasan diharapkan membantu mahasiswa menjaga lingkungan KKN tetap aman, nyaman, dan saling menghargai.

Materi berikutnya disampaikan Bagian Kerja Sama dan Kemitraan dengan tema “Penulisan Dokumen PKS dengan Desa”.

Melalui materi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada aspek kerja sama dan administrasi yang berkaitan dengan hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.

Usai pembekalan umum, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan di masing-masing program studi. Sesi ini dipandu langsung oleh ketua program studi di ruangan yang telah ditentukan.

Dari aula hingga ruang-ruang program studi, pembekalan menjadi semacam langkah awal sebelum mahasiswa benar-benar meninggalkan lingkungan kampus dan berhadapan dengan dinamika kehidupan desa.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya siap menjalankan program KKN, tetapi juga mampu menerapkan ilmu dan teknologi sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Pada akhirnya, KKN bukan hanya tentang menyelesaikan rangkaian kegiatan di desa. Lebih jauh, ada harapan agar kehadiran mahasiswa bisa meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa sebelum kembali ke dunia akademik maupun kehidupan profesional. (Red1)

Share Now

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!