Gegara Cekcok di Jalan, Warga Bagik Payung Nyaris Tewas Dikeroyok di Suryawangi

LOMBOK TIMUR, Lombokpedia.id – Malam Jumat di Lingkungan Loang Sawak, Kelurahan Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, mendadak mencekam. Seorang warga Desa Bagik Payung, Kecamatan Suralaga, Nurul Abidin (31), nyaris kehilangan nyawa setelah menjadi korban pengeroyokan, Jumat malam (9/10/2026).

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka di sekujur tubuh, termasuk luka sobek yang mengeluarkan darah. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini diduga bermula dari persoalan sepele di jalan raya. Saat itu, teman korban melintas di Lingkungan Loang Sawak dengan mengendarai sepeda motor bersama dua orang lainnya. Mereka melintasi jalan yang berlubang.

Sejumlah pemuda yang sedang nongkrong di pinggir jalan kemudian meneriaki mereka. Teguran itu berujung cekcok hingga terjadi aksi saling pukul.

Merasa situasi semakin tidak kondusif, teman korban memilih meninggalkan lokasi. Ia kemudian pulang dan menceritakan kejadian tersebut kepada sejumlah rekannya, termasuk Nurul Abidin.

Tak lama berselang, korban bersama beberapa rekannya mendatangi lokasi untuk mencari orang yang diduga terlibat dalam pemukulan sebelumnya.

Namun, situasi di lokasi justru semakin memanas. Sejumlah warga sudah berkumpul hingga terjadi aksi kejar-kejaran. Dalam keadaan tersebut, teman-teman korban melarikan diri, sementara Nurul Abidin tertinggal dan menjadi sasaran amukan massa.

Korban pun mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sementara itu, aparat kepolisian segera mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah terjadinya bentrokan susulan.

“Memang benar ada kejadian kasus pengeroyokan di wilayah Suryawangi dan sudah ditangani pihak kepolisian untuk proses penyelidikan,” kata sejumlah anggota Polsek Labuhan Haji.

Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani pihak kepolisian untuk mengungkap kronologi secara lengkap serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan di jalanan yang bermula dari cekcok sesaat bisa berujung fatal ketika emosi mengambil alih. Perselisihan semestinya diselesaikan dengan kepala dingin, bukan dengan pengeroyokan yang dapat mengancam keselamatan orang lain. (red1)

Share Now

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!