Bukan Sekadar Berjualan, Perempuan Pengusaha Lombok Timur Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

LOMBOK TIMUR, Lombokpedia.id – Perempuan pengusaha tidak hanya bicara soal omzet, produk, dan bagaimana usaha tetap bertahan di tengah persaingan. Ada peran yang lebih besar di baliknya: membuka pekerjaan, menggerakkan ekonomi keluarga, hingga membuat lingkungan sekitar ikut tumbuh.
Semangat itulah yang terasa dalam pelantikan dan pengukuhan 38 pengurus Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) Kabupaten Lombok Timur periode 2026–2031 di Pendopo Bupati Lombok Timur, Senin (7/9/2026).
Hj. Sri Mahyu Wardhani Edwin resmi kembali dipercaya memimpin IWAPI Lombok Timur. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) III DPC IWAPI Lombok Timur pada Juli 2026.
Periode kedua ini menjadi babak baru bagi IWAPI Lombok Timur. Bukan sekadar melanjutkan roda organisasi, tetapi juga memperkuat posisi perempuan dalam denyut ekonomi daerah.
Mulai dari mendorong UMKM, membuka lapangan pekerjaan, sampai mengolah potensi lokal agar tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi bisa menjelma menjadi produk yang punya nilai jual.
Di hadapan para pengurus yang baru dikukuhkan, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyampaikan pandangannya tentang karakter IWAPI.
Menurutnya, organisasi yang berisi para perempuan pengusaha itu memiliki keunikan tersendiri karena anggotanya didorong untuk berdiri di atas kaki sendiri.
“IWAPI ini isinya orang-orang baik, pengusaha mandiri yang tidak pernah merepotkan pemerintah atau meminta-minta proyek,” ujar Haerul.
Bagi Haerul, menjadi pengurus IWAPI bukan sekadar mendapat jabatan dalam sebuah organisasi. Ada pekerjaan yang jauh lebih penting setelah pelantikan selesai dan panggung acara dibongkar.
Yakni membangun usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus ikut memberdayakan masyarakat. Karena itu, ia meminta pengurus baru benar-benar menjalankan amanah tersebut dan menjadikan IWAPI sebagai ruang untuk melahirkan lebih banyak perempuan pengusaha yang mandiri.
“Karena sumber daya alam kita melimpah, IWAPI harus berpikir bagaimana menyandingkan peluang usaha dengan potensi alam yang ada,” katanya.
Pesan itu bukan tanpa alasan. Lombok Timur memiliki beragam potensi yang bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Namun, potensi alam tidak cukup jika hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
Di situlah kreativitas dan inovasi para pelaku usaha dibutuhkan. Bagaimana hasil pertanian, perikanan, kerajinan maupun potensi lokal lainnya bisa diolah menjadi produk dengan nilai tambah dan pasar yang lebih luas.
Haerul juga mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa dikerjakan pemerintah seorang diri.
Dunia usaha, kata dia, harus menjadi bagian dari gerak pembangunan daerah. Pemerintah dan pelaku usaha perlu berjalan beriringan agar ekonomi lokal tidak hanya tumbuh di atas kertas, tetapi benar-benar terasa di tengah masyarakat.
Di tengah perubahan zaman, IWAPI juga diminta tidak gagap teknologi. Digitalisasi bisnis kini bukan lagi sekadar pilihan. Pelaku usaha perlu memanfaatkannya untuk mengenalkan produk, mencari pasar baru, membangun jaringan hingga meningkatkan daya saing.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya berapa banyak kegiatan yang digelar atau berapa banyak anggota yang bergabung.
“Keberhasilan sejati IWAPI adalah ketika kehadirannya mampu menghidupi keluarga, membantu tetangga, serta memberi manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat banyak,” tegas Haerul.
Sementara, bagi Sri Mahyu, kepercayaan untuk kembali memimpin IWAPI Lombok Timur selama lima tahun ke depan bukanlah perkara kecil.
Ia menyebut amanah tersebut sebagai tanggung jawab besar yang hanya bisa dijalankan dengan kerja bersama.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar untuk memperkuat solidaritas serta meningkatkan peran strategis perempuan pengusaha di Lombok Timur. Saya yakin dan percaya, berkat kerja sama serta kekompakan kita semua, IWAPI Lombok Timur mampu memberikan kiprah terbaiknya,” ujarnya.
Sri Mahyu mengatakan, IWAPI terbuka bagi perempuan yang sudah menjalankan usaha maupun mereka yang baru mulai merintis bisnis.
Sebab, menurutnya, organisasi tersebut bukan hanya tempat berkumpulnya para pengusaha perempuan. Lebih dari itu, IWAPI menjadi ruang untuk belajar bersama, memperluas jaringan, bertukar pengalaman, dan saling mendorong agar usaha masing-masing bisa tumbuh.
Di balik aktivitas bisnis, ada peran sebagai ibu dan anggota keluarga yang juga berjalan bersamaan. Karena itu, penguatan kapasitas perempuan dalam dunia usaha perlu tetap berjalan beriringan dengan tanggung jawab keluarga.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.
Karena itu, Sri Mahyu menegaskan IWAPI Lombok Timur siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih sehat dan menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Pelantikan 38 pengurus IWAPI Lombok Timur periode 2026–2031 akhirnya bukan sekadar seremoni pengukuhan.
Di balik susunan pengurus dan prosesi pelantikan, ada pekerjaan lima tahun yang menanti: membuat semakin banyak perempuan berani memulai usaha, bertahan ketika usaha diterpa persoalan, dan tumbuh hingga mampu membuka pintu rezeki bagi orang lain.
Sebab, ketika seorang perempuan membuka usaha, yang tumbuh sering kali bukan hanya satu bisnis.
Ada keluarga yang ikut bertahan, ada tetangga yang mendapat pekerjaan, dan ada ekonomi kecil di sekitarnya yang perlahan ikut bergerak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lombok Timur, jajaran Forkopimda, kepala OPD, BPJS Ketenagakerjaan, pimpinan BUMN dan BUMD, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan se-Lombok Timur. (Red2)
