Pesan Gubernur Iqbal untuk Kafilah NTB di MTQ Nasional: Jangan Kejar Juara, Bawa Misi Syiar

MATARAM, Lombokpedia.id – Ada pesan yang lebih penting dari sekadar pulang membawa piala. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal meminta seluruh Kafilah NTB yang akan berlaga di MTQ Nasional 2026 di Semarang, Jawa Tengah, meluruskan niat sebelum bertanding.
Pesan itu disampaikan Gubernur saat melepas Kafilah NTB di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (9/9/2026).
Kafilah NTB dijadwalkan bertolak menuju Semarang pada 11 September 2026. Mereka akan mengikuti MTQ Nasional yang berlangsung 11-20 September 2026.
Di hadapan para qari, qariah, hafiz, hafizah, pelatih, dan official, Iqbal mengingatkan bahwa MTQ bukan semata-mata arena untuk berburu juara, bonus, ataupun penghargaan.
Lebih dari itu, kata dia, keikutsertaan di ajang nasional tersebut merupakan bagian dari misi syiar dan upaya menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an.
“InsyaAllah, saya minta kepada ananda sekalian untuk meluruskan niat. Niat kita bukan untuk mencari bonus, penghargaan, atau juara. Niat kita adalah syiar, untuk mengangkat kalimat Allah,” pesan Gubernur.
Menurut Iqbal, jika nantinya ada peserta NTB yang berhasil meraih juara, prestasi tersebut hendaknya dipandang sebagai bonus sekaligus buah dari perjuangan dan latihan panjang.
Sebab, MTQ Nasional juga menjadi ruang belajar. Di Semarang nanti, para peserta NTB akan bertemu dengan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kalau nanti ada yang juara, itu bonus, bentuk apresiasi dari perjuangan dan latihan. Niatkan untuk syiar dan belajar. Kalian akan bertemu dengan qari, qariah, hafiz dan hafizah dalam Festival Al-Qur’an terbesar. Ini niatnya syiar dan belajar,” ujarnya.
Iqbal juga mengingatkan bahwa menuntut ilmu merupakan bagian dari perjuangan di jalan Allah. Karena itu, ia meminta para peserta tidak hanya mengejar hasil akhir, tetapi membawa pulang pengalaman dan pengetahuan baru.
Bagi NTB, MTQ Nasional bukan sekadar panggung perlombaan. Ada nama daerah yang ikut dibawa ke sana.
Karena itu, kepada para peserta, terutama qari dan qariah senior, Iqbal meminta agar tampil sebaik mungkin sekaligus menjaga kehormatan NTB.
“Lakukan yang terbaik. Jaga kehormatan NTB. Kita ingin menunjukkan bahwa kajian dan pengembangan Al-Qur’an masih hidup di NTB,” tegasnya.
Ia mengatakan, keikutsertaan NTB dalam seluruh cabang dan golongan MTQ Nasional menjadi bukti bahwa pembinaan generasi Qur’ani di daerah ini masih terus berjalan.
Iqbal bahkan ingin menghidupkan kembali memori kejayaan NTB pada masa lalu.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kajian dan pengembangan Al-Qur’an masih hidup di NTB. Kita angkat kembali kenangan lama tahun 70-an, ketika orang melihat NTB dan merasa gentar kalau datang,” katanya.
Lebih dari satu bulan ditempa
Persiapan Kafilah NTB menuju MTQ Nasional 2026 tidak berlangsung singkat.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB bersama tim pelatih telah menggelar pemusatan latihan selama lebih dari satu bulan. Pembinaan dilakukan secara tatap muka maupun daring dan diikuti seluruh peserta.
Iqbal mengapresiasi proses tersebut. Namun, ia berharap pola pembinaan bisa semakin panjang dan intensif pada masa mendatang.
Kondisi fiskal daerah yang terbatas, kata dia, memang menjadi salah satu tantangan. Meski demikian, Pemprov NTB tetap berupaya membuka ruang bagi generasi Qur’ani untuk tampil dan berkompetisi di tingkat nasional.
“Anak-anak kita sudah bisa mengalami pemusatan pelatihan dalam waktu yang cukup panjang. Harapan kita tentu lebih panjang dan lebih intens dari ini. Tetapi karena fiskal kita sangat kecil, alhamdulillah kita masih bisa hadir,” ungkapnya.
Bagi Gubernur, perjuangan tidak berhenti ketika MTQ Nasional selesai.
Justru sepulang dari Semarang, hasil yang diperoleh harus menjadi bahan evaluasi untuk menyiapkan generasi berikutnya.
“Sepulang dari MTQ, latihan tidak selesai. Pulangnya kita langsung siapkan MTQ yang akan datang. Kaderisasi harus berjalan dengan baik,” pesannya.
Ia pun meminta para peserta menjaga kesehatan dan memberikan persiapan terbaik hingga hari perlombaan, mulai dari kondisi fisik, hafalan hingga penampilan.
“Jaga betul kesehatan. Maksimal secara fisik, maksimal hafalannya, dan maksimal penampilannya. InsyaAllah,” kata Iqbal.
80 orang berangkat ke Semarang
Ketua Panitia/Training Center Kafilah NTB untuk MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Abdul Aziz Fahmi, menjelaskan NTB akan mengikuti seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan.
Total terdapat delapan cabang dan 24 golongan yang akan diikuti Kafilah NTB.
Rombongan NTB terdiri dari 56 peserta, dua pendamping peserta disabilitas netra, 10 pelatih, dan 12 official. Dengan demikian, total rombongan yang berangkat mencapai 80 orang.
Tak hanya mengirimkan peserta, NTB juga mendapat kepercayaan lain. Tiga orang asal NTB ditetapkan sebagai Dewan Hakim MTQ Nasional oleh Kementerian Agama.
Kafilah NTB akan berangkat menuju Semarang pada 11 September 2026. Sementara pembukaan MTQ Nasional dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026 dan diharapkan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Dari Semarang, Kafilah NTB membawa lebih dari sekadar target prestasi.
Ada nama daerah yang harus dijaga, ada pengalaman yang harus dibawa pulang, dan ada misi syiar yang sejak awal dititipkan Gubernur kepada mereka.
Juara boleh dikejar. Tetapi, seperti pesan Iqbal, niat harus lebih dulu diluruskan. (Red2)
