Teken MoU dengan Tiga Universitas Filipina, AKBIL Konsisten Terus Buka Jejaring Internasional

MATARAM, Lombokpedia.id – Langkah Akademi Bisnis Lombok (AKBIL) menuju panggung akademik internasional kembali bertambah. Kali ini, kampus yang berbasis di Lombok Utara itu membuka pintu kerja sama dengan tiga perguruan tinggi dari Filipina.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Senin, 21 September 2026, di Hotel Lombok Raya, Mataram.
Tiga perguruan tinggi yang terlibat yakni Manila Central University (MCU), Our Lady of Fatima University (OLFU), dan Wesleyan University of the Philippines. Ketiganya masing-masing diwakili Dr. Jose, Dr. Ferdinand, dan Dr. Grace.
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah perguruan tinggi di NTB. Universitas Bima Internasional MFH bertindak sebagai host dalam agenda yang mempertemukan sejumlah institusi pendidikan tinggi NTB dengan mitra dari Filipina tersebut.
Direktur AKBIL, Assoc. Prof. Dr. Syahrir, M.Pd., hadir langsung dalam prosesi penandatanganan. Ia didampingi Wakil Direktur II Noni Antika Khaerunissa, S.Pd., S.E., M.M., serta Kepala UPT Pusat Bahasa dan Urusan Internasional AKBIL, Deki Zulkarnaen, M.MassComm.
Bagi AKBIL, penandatanganan MoU bukan sekadar menambah daftar kerja sama di atas kertas. Ada ruang yang lebih besar yang ingin dibuka, terutama untuk mempertemukan mahasiswa, dosen, dan peneliti dalam berbagai kegiatan akademik lintas negara.
Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu bagi pengembangan pendidikan, penelitian, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Direktur AKBIL, Assoc. Prof. Dr. Syahrir, M.Pd., mengatakan pihaknya ingin agar kerja sama internasional tersebut tidak berhenti setelah dokumen MoU ditandatangani.
“Insyaallah ini tidak hanya akan berhenti pada tahap MoU saja, tapi akan ada implementasi riil-nya,” ujar Syahrir.
Menurutnya, penguatan jejaring internasional menjadi bagian dari arah pengembangan AKBIL. Kehadiran tiga perguruan tinggi dari Filipina diharapkan menjadi salah satu pintu bagi AKBIL untuk semakin terhubung dengan lingkungan akademik global.
Bukan hanya institusi yang diuntungkan. Jika kerja sama tersebut berlanjut ke tahap implementasi, mahasiswa juga berpeluang mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas, termasuk berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari negara lain.
Hal tersebut juga disampaikan Dr. Jose dari Our Lady of Fatima University. Ia membuka peluang agar kerja sama nantinya tidak hanya berbentuk kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan melalui aktivitas akademik bersama.
“We will bring many students to Lombok universities. They could arrange study here. We also can collaborate research among us,” ujar Dr. Jose.
Pertukaran mahasiswa, kegiatan perkuliahan bersama, hingga kolaborasi penelitian menjadi beberapa kemungkinan yang dapat dikembangkan dari kerja sama tersebut.
Bagi AKBIL, langkah ini menjadi bagian dari perjalanan untuk membangun kampus yang tidak hanya berjejaring di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga mulai terhubung dengan dunia akademik internasional.
MoU dengan tiga perguruan tinggi Filipina pun menjadi satu langkah awal. Setelah dokumen ditandatangani, tantangan berikutnya adalah bagaimana kerja sama itu benar-benar hidup di ruang kelas, penelitian, dan pengalaman akademik mahasiswa.
Dari Lombok, pintu menuju jejaring akademik global kembali dibuka. (Red2)
