595 Siswa Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Lombok Utara

Peserta didik terdiri atas 145 siswa tingkat SD, 245 siswa SMP, dan 210 siswa SMA. Mereka didampingi oleh 32 guru, 50 wali asuh, dan 24 wali asrama yang seluruhnya merupakan aparatur sipil negara (ASN) hasil seleksi nasional pada tahun 2026

Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Lombok Utara.

LOMBOK UTARA, Lombokpedia.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, M.Hub.Int., bersama Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Lombok Utara Tahun Pelajaran 2026–2027 pada Senin, 2/11/2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Cerdas Bersama Tumbuh Setara” ini berlangsung di Aula Sekolah Rakyat, Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan.

Sebanyak 595 anak dari keluarga prasejahtera di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan gratis melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Lombok Utara. Program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam membentangkan jalan bagi anak-anak untuk tumbuh, berkembang, serta meraih masa depan tanpa terkekang oleh kondisi ekonomi keluarga.

Kepala Asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Lombok Utara, Syarifudin, melaporkan bahwa peserta didik terdiri atas 145 siswa tingkat SD, 245 siswa SMP, dan 210 siswa SMA. Mereka didampingi oleh 32 guru, 50 wali asuh, dan 24 wali asrama yang seluruhnya merupakan aparatur sipil negara (ASN) hasil seleksi nasional pada tahun 2026.

Pendampingan selama berada di asrama menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan siswa terpenuhi, baik dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari. Kehadiran guru, wali asuh, dan wali asrama diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung perkembangan akademik dan karakter setiap anak.

“Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan Bapak, Ibu, terutama orang tua. Mohon ikhlaskan anaknya dan doakan kami agar kami bisa menjalankan amanah yang sudah diberikan,” ujarnya.

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menyambut kehadiran Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh anak di daerahnya memperoleh hak pendidikan. Ia berharap tidak ada lagi anak yang putus sekolah atau kehilangan kesempatan belajar akibat keterbatasan ekonomi.

“Sejak awal, begitu kita peletakan batu pertama Sekolah Rakyat ini, saya ingin mendeklarasikan bahwa di Lombok Utara tidak ada lagi anak-anak kita yang tidak sekolah karena ketidakmampuan ekonomi,” ucap Bupati Lombok Utara.

Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang untuk membentuk kepercayaan diri, kedisiplinan, kebiasaan positif, dan karakter anak. Kehadirannya diharapkan dapat mendorong para guru serta pendamping agar menjalankan amanah dengan penuh kesabaran, ketulusan, dan kepedulian

“Mudah-mudahan sekolah ini menjadi sekolah yang berkah dan membawa kebaikan buat kita semua seperti yang dicita-citakan oleh pencetusnya, yaitu Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu membutuhkan lebih dari sekadar kurikulum dan fasilitas pembelajaran. Mereka memerlukan lingkungan yang mendukung, pemenuhan kebutuhan gizi, pendampingan, serta perhatian menyeluruh agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Tidak cukup lagi dengan memberi mereka kurikulum yang lebih baik, kelas yang lebih baik, tapi dia butuh dicabut dari kehidupannya, kemudian pemerintah negara hadir di situ di tengah mereka,” ujar Gubernur NTB.

Keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan meraih cita-cita. Pemerintah, menurutnya, memiliki tanggung jawab memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang.

“Kalau Indonesia harus maju maka semua harus maju bersama-sama. No one left behind, tidak boleh ada yang tertinggal dalam perjalanan kebangsaan ini,” tegasnya.

Gubernur berpesan agar tidak pernah mengecilkan mimpi hanya karena keadaan ekonomi keluarga. Ia berharap Sekolah Rakyat menjadi ruang bagi anak-anak untuk membangun keberanian, kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik.

“Mulai hari ini kalian tidak punya alasan lagi untuk mematikan mimpi-mimpi kalian. Ekonomi tidak lagi menjadi alasan untuk tidak tetap bermimpi,” kata Gubernur NTB.

Melalui Sekolah Rakyat, negara hadir bukan hanya untuk memastikan anak-anak bersekolah, tetapi juga untuk menemani mereka tumbuh dengan martabat, membangun harapan, dan melangkah menuju masa depan. Sebab, setiap anak berhak bermimpi besar, dan tidak boleh ada masa depan yang terhenti hanya karena keterbatasan hari ini.

Pembukaan MPLS tersebut turut dihadiri jajaran kepala perangkat daerah Provinsi NTB, Bupati Lombok Utara beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPR RI Komisi VIII dan V, serta para orang tua siswa dan undangan lainnya. Kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan pidato dalam empat bahasa yang dibawakan langsung oleh siswa-siswi Sekolah Rakyat. (red2)

Share Now

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!