Pesawat Pembom B-1 Amerika Angkat Kaki dari Inggris, Ada Apa di Balik Dugaan Teror?

INGGRIS, Lombokpedia.id – Pesawat-pesawat pembom Amerika Serikat (AS) mendadak meninggalkan pangkalan udara RAF Fairford di Inggris. Keputusan itu diambil setelah sejumlah orang ditangkap karena diduga tengah mempersiapkan aksi teror yang menyasar fasilitas militer tersebut.

Dilansir dari Reuters, Pentagon pada Minggu mengonfirmasi bahwa seluruh pesawat pembom B-1 milik AS yang sebelumnya ditempatkan di RAF Fairford telah diterbangkan kembali ke pangkalan mereka di Amerika Serikat.

Ada sekitar 12 unit B-1 bomber yang sebelumnya berada di pangkalan udara yang terletak di barat laut London itu.

Pesawat-pesawat tersebut bukan sekadar parkir. B-1 milik AS sebelumnya digunakan dalam operasi militer Washington, termasuk serangan terhadap sejumlah target di Iran.

“Keamanan operasional membuat kami tidak dapat mengonfirmasi pergerakan aset dan pasukan secara langsung. Namun, kini kami dapat mengonfirmasi bahwa seluruh pembom AS yang dikerahkan ke RAF Fairford telah kembali ke pangkalan mereka di Amerika Serikat,” kata juru bicara Pentagon dalam sebuah email.

Keputusan menarik pesawat tersebut muncul sekitar sepekan setelah beberapa orang ditangkap di sekitar pangkalan. Mereka dicurigai terlibat dalam persiapan aksi teror.

Situasi ini membuat RAF Fairford kembali menjadi sorotan. Pangkalan udara tersebut sebelumnya menjadi salah satu lokasi penting bagi aktivitas militer AS di Eropa.

Inggris Curiga Ada Keterlibatan Iran

Dugaan aksi teror itu kemudian berkembang menjadi persoalan diplomatik.

Pemerintah Inggris menyatakan memiliki indikasi kuat bahwa Iran berada di balik dugaan rencana yang menyasar pangkalan tersebut.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan pada Rabu bahwa pemerintah memiliki “indikasi kuat” mengenai keterlibatan Iran dalam dugaan plot tersebut.

Namun, Teheran buru-buru membantah tuduhan itu.

Pemerintah Iran menyebut tuduhan yang mengaitkan negaranya dengan rencana tersebut tidak berdasar. Iran bahkan memanggil Duta Besar Inggris di Teheran untuk memberikan penjelasan terkait persoalan itu.

Artinya, hingga kini belum ada kepastian bahwa Iran memang berada di balik dugaan rencana serangan tersebut. Tuduhan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan dan saling bantah antara kedua negara.

Pesawat yang Pernah Menyerang Iran

Menariknya, B-1 yang ditarik dari Fairford merupakan bagian dari kekuatan udara AS yang sebelumnya digunakan untuk operasi militer terhadap Iran.

Pemerintah Inggris memang memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pesawat-pesawat pembom yang ditempatkan di Fairford dalam operasi menyerang lokasi rudal Iran.

Rudal-rudal tersebut disebut digunakan dalam serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan Selat Hormuz.

Dengan latar belakang itu, keberadaan B-1 di Fairford tentu bukan perkara kecil. Pesawat pembom strategis tersebut menjadi salah satu simbol kekuatan militer AS yang beroperasi dari kawasan Eropa.

Kini, pesawat-pesawat itu sudah kembali ke Amerika.

Trump Sebut Bisa Timbulkan “Kerusakan Besar”

Presiden AS Donald Trump ikut angkat bicara mengenai dugaan plot tersebut.

Trump mengatakan orang-orang yang terlibat dalam rencana itu diduga telah mempersiapkan aksi yang bisa menimbulkan “kerusakan besar”.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengisyaratkan adanya keterlibatan pihak asing. Ia menyebut dugaan tersebut mengarah pada “tangan aktor asing”.

Namun, sejauh ini pihak berwenang masih menyelidiki siapa sebenarnya dalang di balik dugaan rencana tersebut.

Penarikan B-1 dari RAF Fairford pun menambah lapisan baru dalam situasi yang sudah panas antara AS, Inggris dan Iran.

Di tengah ketegangan geopolitik yang belum reda, satu hal menjadi jelas: pangkalan militer kini bukan hanya soal pesawat dan persenjataan. Ia juga menjadi titik penting dalam pertarungan keamanan, intelijen dan diplomasi yang berlangsung jauh dari medan perang. (Red2)

Share Now

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!