Burger Udang McDonald’s Mendadak Hilang dari Menu Hong Kong, Ada Apa?

Foto: Sam Tsang/SCMP

HONG KONG, Lombokpedia.id – Penggemar burger udang McDonald’s di Hong Kong mungkin harus menelan sedikit kekecewaan. Ebi Burger dan sejumlah menu turunannya untuk sementara menghilang dari daftar pesanan.

McDonald’s Hong Kong menghentikan penjualan seluruh produk Ebi Burger sebagai langkah pencegahan setelah muncul persoalan keamanan pangan di Taiwan.

Keputusan itu diambil setelah McDonald’s Taiwan lebih dulu menghentikan penjualan Ebi Burger dan Double Ebi Burger. Penghentian dilakukan menyusul temuan residu antibiotik jenis nitrofuran dalam sampel patty udang yang digunakan untuk produk tersebut.

Informasi ini disadur dari pemberitaan media internasional mengenai penghentian sementara produk Ebi Burger di Hong Kong dan Taiwan.

Di Taiwan, persoalan bermula ketika importir memberi tahu McDonald’s pada Rabu malam mengenai hasil pengujian acak terhadap salah satu batch patty udang. Dalam pengujian tersebut ditemukan residu nitrofuran sebesar 0,7 ppb atau parts per billion.

Kadar tersebut dinyatakan tidak memenuhi ketentuan keamanan pangan yang berlaku di Taiwan.

McDonald’s Taiwan kemudian menghentikan penjualan Ebi Burger dan Double Ebi Burger pada Kamis pagi. Perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan serta menawarkan pengembalian uang bagi konsumen yang membeli produk tersebut pada Rabu dan Kamis.

Kabar itu kemudian merembet ke Hong Kong.

Saat dilakukan pengecekan terhadap aplikasi McDonald’s Hong Kong, Ebi Burger, Double Ebi Burger, hingga Ebi Burger with Pineapple tercatat tidak tersedia.

McDonald’s Hong Kong mengatakan penghentian tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari kekhawatiran masyarakat.

Perusahaan juga menyatakan tengah memantau perkembangan situasi dan langsung melakukan peninjauan bersama pemasok globalnya yang berada di Thailand.

Namun ada satu hal penting. Patty udang yang digunakan McDonald’s Hong Kong disebut berbeda dengan produk yang dipasok ke Taiwan. Bukan hanya resepnya yang berbeda, batch produksinya pun tidak sama.

Dengan kata lain, temuan residu antibiotik di Taiwan belum berarti produk Ebi Burger yang dijual di Hong Kong terbukti mengandung zat serupa.

Meski begitu, McDonald’s memilih mengambil langkah aman dengan menghentikan sementara penjualan produk tersebut.

Pihak perusahaan menegaskan komitmennya terhadap standar keamanan dan kualitas makanan serta menyatakan akan terus mematuhi seluruh ketentuan keamanan pangan yang berlaku di Hong Kong.

Pemerintah Hong Kong Ikut Turun Tangan

Persoalan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah Hong Kong.

Juru bicara Food and Environmental Hygiene Department mengatakan Centre for Food Safety telah mencatat kasus yang terjadi di Taiwan dan langsung berkomunikasi dengan McDonald’s Hong Kong.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa resep serta batch patty udang yang digunakan McDonald’s Hong Kong berbeda dengan produk yang digunakan di Taiwan.

Meski demikian, otoritas Hong Kong tetap memperketat pengawasan.

Centre for Food Safety menyatakan telah melakukan pengambilan sampel produk udang di tingkat impor maupun ritel untuk dilakukan pengujian. Pengawasan dan pengambilan sampel terhadap produk sejenis juga ditingkatkan.

Apa Itu Nitrofuran?

Nitrofuran merupakan kelompok antibiotik sintetis yang penggunaannya sebagai obat hewan pada hewan penghasil pangan telah dilarang di sejumlah negara.

Pemerintah Hong Kong juga melarang penggunaan antibiotik yang berkaitan dengan nitrofuran sebagai obat hewan untuk hewan pangan.

Otoritas setempat menyebut keberadaan nitrofuran dalam makanan dapat menyebabkan kanker pada hewan percobaan. Namun, hingga saat ini masih belum terdapat bukti yang cukup untuk memastikan bahwa paparan tersebut menyebabkan kanker pada manusia.

Karena itulah, pengawasan terhadap residu antibiotik dalam produk pangan menjadi perhatian penting.

Bagi konsumen, langkah McDonald’s Hong Kong mungkin terasa seperti alarm yang datang tiba-tiba. Namun dari sisi keamanan pangan, penghentian sementara justru merupakan cara untuk memberi ruang bagi pemeriksaan lebih lanjut sebelum produk kembali dijual.

Untuk sementara, Ebi Burger boleh jadi belum bisa menemani makan siang warga Hong Kong.

Setidaknya sampai pemeriksaan selesai dan perusahaan memastikan produk tersebut aman dikonsumsi. (red2)

Share Now

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!