TGB Bicara Empat Bekal Orang Lombok Timur: Cinta Ilmu, Berani Merantau hingga Tegak Menjaga Kebenaran

Tuan Guru Bajang (TGB) KH. Muhammad Zainul Majdi.

LOMBOK TIMUR, Lombokpedia.id – Lapangan Tugu Selong, Senin malam (31/8), dipenuhi lautan manusia. Belasan ribu warga dari berbagai penjuru Lombok Timur datang, duduk bersama, lalu larut dalam tausiyah yang disampaikan Tuan Guru Bajang (TGB) KH. Muhammad Zainul Majdi.

Di tengah Tabligh Akbar memperingati Hari Jadi Lombok Timur ke-131 itu, mantan Gubernur NTB dua periode tersebut menyampaikan empat pesan yang menurutnya penting untuk terus dijaga oleh masyarakat Bumi Patuh Karya.

Empat pesan itu bukan sekadar rangkaian kata. TGB mengajak masyarakat Lombok Timur untuk menjadi Hubbul Ilmi atau masyarakat yang mencintai ilmu dan dekat dengan dunia pengetahuan.

Selain itu, masyarakat juga didorong memiliki Hubbus Safar, yakni keberanian untuk bepergian dan merantau demi mencari ilmu, pengalaman, serta membuka cakrawala kehidupan.

Namun, merantau bukan berarti kehilangan akar. Sebaliknya, perjalanan dan pergaulan dengan banyak orang harus membuat seseorang semakin terbuka dalam melihat perbedaan.

“Orang Lombok Timur harus memilih empat hal itu dan harus dipertahankan,” kata TGB di hadapan ribuan jamaah.

Pesan berikutnya adalah tentang sikap terbuka terhadap orang lain. Menurut TGB, masyarakat harus mampu membangun pergaulan yang luas tanpa kehilangan jati diri.

Dan yang terakhir, keberanian untuk berdiri di pihak kebenaran.

Empat hal inilah yang menurut TGB perlu terus menjadi pegangan masyarakat Lombok Timur, terutama dalam menghadapi perubahan zaman yang bergerak semakin cepat.

Dengan gaya tausiyahnya yang khas, cucu Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid itu mampu membuat suasana lapangan tetap hidup. Ribuan warga terlihat serius mengikuti setiap pesan yang disampaikan.

Sejumlah pejabat juga hadir dalam kegiatan tersebut. Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur tampak bersama unsur Forkopimda, kepala OPD, ASN, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga masyarakat umum.

Malam itu, TGB tidak hanya berbicara tentang ilmu, perjalanan dan keberanian.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk mendoakan Lombok Timur.

Dengan mengutip doa Nabi Ibrahim, TGB memimpin doa bersama agar Lombok Timur di usia ke-131 tahun dapat terus tumbuh menjadi daerah yang aman, adil, makmur dan sejahtera.

Ribuan jamaah pun mengikuti doa tersebut dengan khidmat.

“Kita doakan di usianya yang ke-131 tahun, Lombok Timur menjadi kabupaten yang adil, aman, makmur dan sejahtera,” tegas TGB.

Di usia yang sudah lebih dari satu abad, Lombok Timur tentu memiliki perjalanan panjang. Namun malam itu, di Lapangan Tugu Selong, perjalanan tersebut seperti kembali diingatkan melalui empat bekal sederhana: mencintai ilmu, berani melangkah jauh untuk belajar, terbuka kepada sesama, dan tidak gentar berdiri bersama kebenaran. (Red2)

Share Now

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!