Sudah Lama Dikeluhkan, Pohon Tua di Ruas Tanjung-Pemenang Akhirnya Tumbang Timpa Kendaraan

LOMBOK UTARA, Lombokpedia.id – Peringatan warga rupanya belum cukup untuk membuat pohon-pohon tua di sepanjang ruas jalan Tanjung-Pemenang mendapat penanganan. Hingga akhirnya, salah satu dahan pohon mahoni berukuran besar patah dan jatuh menimpa dua kendaraan yang sedang berhenti di tengah kemacetan.
Peristiwa itu terjadi di sekitar SD Tembobor, ketika arus lalu lintas dari arah Tanjung menuju Pemenang tengah tersendat akibat kecelakaan lalu lintas.
Dua kendaraan, yakni sepeda motor Honda Beat Pop DR 6690 HY dan mobil Daihatsu Xenia DR 1377 CR, datang beriringan dari arah timur menuju barat. Sesampainya di lokasi, keduanya berhenti karena kendaraan di depan terhambat insiden kecelakaan.
Di saat itulah kejadian tak terduga terjadi.
Sebuah dahan pohon mahoni yang berada di sisi selatan jalan tiba-tiba patah. Dahan berukuran cukup besar itu langsung jatuh ke badan jalan dan menimpa kedua kendaraan yang sedang berhenti.
“Oya awalnya kan ada laka lantas, jadi kendaraan sempat macet. Nah, pada saat itu tetiba dahan pohon jatuh menimpa mobil. Langsung ringsek,” ujar seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut.
Kemacetan pun semakin panjang. Bukan hanya karena kecelakaan lalu lintas sebelumnya, tetapi juga karena dahan pohon yang tumbang menutup dan mengganggu badan jalan.
Dua orang dilaporkan menjadi korban dalam kejadian tersebut.
Pengendara Honda Beat Pop, Ahmad Kamil, mengalami rasa sakit pada bagian belakang kepala akibat benturan dahan yang jatuh. Sepeda motornya tidak mengalami kerusakan berarti.
Sementara pengemudi Xenia, Musleh, mengalami luka robek di bagian kepala dan mengeluhkan pusing-pusing. Mobil yang dikendarainya mengalami kerusakan cukup parah pada bagian bodi atas, mulai dari bagian depan, tengah hingga belakang.
Namun, di balik peristiwa itu ada persoalan yang lebih panjang.
Warga mengaku pohon-pohon di sepanjang ruas jalan tersebut sudah lama menjadi perhatian. Sejumlah pohon dinilai sudah tua dan sebagian mulai lapuk. Kondisi itu bahkan disebut sudah beberapa kali disampaikan kepada dinas terkait agar dilakukan penebangan atau penanganan sebelum membahayakan pengguna jalan.
Sayangnya, menurut warga, permintaan tersebut belum juga mendapat tindak lanjut yang diharapkan.
“Sering kita minta. Mungkin rugi pemerintah kalau ditebang pohon ini,” sindir seorang warga.
Kini, kekhawatiran itu bukan lagi sekadar kekhawatiran.
Sebuah dahan sudah benar-benar jatuh. Kendaraan ringsek, warga terluka, dan lalu lintas kembali tersendat.
“Sekarang, lanjutnya, begini sudah ada korban. Kasihan orang waswas terus,” katanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pohon tua di tepi jalan bukan sekadar bagian dari penghijauan. Ketika kondisinya sudah lapuk dan berpotensi patah, ia bisa berubah menjadi ancaman bagi siapa saja yang melintas di bawahnya.
Warga pun berharap kejadian tersebut tidak menunggu korban berikutnya untuk kemudian menjadi alasan dilakukannya penanganan.
Sebab, mencegah pohon tumbang tentu jauh lebih baik daripada menunggu dahan jatuh dan baru sibuk mencari siapa yang harus bertanggung jawab. (Red2)
