Jangan Buru-Buru Beli Headphone Baru! Coba 7 Cara Ini agar Bass Lebih Nendang

Jangan Buru-Buru Beli Headphone Baru! Coba 7 Cara Ini agar Bass Lebih Nendang

INTERNASIONAL, Lombokpedia.id – Banyak orang mengira suara bass yang kurang “nendang” berarti saatnya membeli headphone baru. Padahal, belum tentu.

Sering kali masalahnya bukan ada pada perangkat yang dipakai, melainkan cara kita menggunakannya. Sedikit pengaturan, posisi yang lebih pas, hingga bermain dengan equalizer (EQ) bisa membuat karakter suara berubah cukup drastis.

Jadi, sebelum dompet kembali menjerit karena tergoda headphone baru, ada baiknya mencoba beberapa langkah sederhana berikut.

1. Pastikan Headphone Terpasang dengan Benar

Bass ibarat fondasi sebuah rumah. Kalau fondasinya bocor, sekuat apa pun bangunannya, hasilnya tetap kurang memuaskan.

Hal pertama yang perlu diperiksa adalah apakah headphone atau earbud benar-benar menutup telinga dengan rapat.

Untuk pengguna earbud, jangan ragu mencoba ukuran eartips yang berbeda. Terlalu besar atau terlalu kecil sama-sama bisa membuat suara bass “bocor”. Bahkan, eartips berbahan busa (foam) sering kali menghasilkan suara yang lebih padat dibanding silikon biasa.

Sementara bagi pengguna headphone over-ear, pastikan bantalan telinga masih dalam kondisi baik. Kacamata, rambut yang menumpuk, atau bantalan yang sudah aus juga bisa mengurangi kualitas bass.

2. Jangan Menumpuk Pengaturan EQ

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mengaktifkan pengaturan bass di dua aplikasi sekaligus.

Misalnya, EQ di Spotify sudah dinaikkan, lalu masih ditambah lagi melalui aplikasi Sony Sound Connect atau aplikasi bawaan headphone.

Hasilnya bukan bass yang lebih mantap, melainkan suara yang pecah, berantakan, bahkan melelahkan untuk didengar.

Sebaiknya matikan semua pengaturan EQ terlebih dahulu. Setelah itu, lakukan penyesuaian hanya dari satu aplikasi.

3. Pahami Cara Kerja Equalizer

Banyak orang melihat grafik EQ seperti melihat grafik saham—bingung harus menggeser bagian mana.

Padahal prinsipnya cukup sederhana. Bagian kiri grafik mengatur frekuensi rendah atau bass. Bagian tengah mengatur vokal dan sebagian besar instrumen.

Sedangkan bagian kanan mengendalikan suara bernada tinggi atau treble. Kalau tujuan Anda mengejar bass yang lebih dalam, fokuslah pada sisi kiri grafik, khususnya rentang sekitar 20–150 Hz.

4. Hindari Mode “Bass Boost”

Nama fiturnya memang menggoda. Namun dalam praktiknya, mode Bass Boost sering membuat suara terdengar berlebihan.

Pada lima menit pertama mungkin terasa mengesankan. Setelah itu, musik justru kehilangan keseimbangan. Vokal tertutup, detail instrumen menghilang, dan telinga lebih cepat lelah.

Lebih baik menaikkan kurva bass sedikit demi sedikit dibanding langsung mengaktifkan mode instan tersebut.

5. Dengarkan Banyak Lagu Sebelum Menentukan Setting

Jangan hanya mencoba satu lagu favorit.

Bass yang terdengar luar biasa di lagu EDM belum tentu cocok untuk musik akustik, jazz, pop, atau rock.

Cobalah beberapa genre sekaligus. Kalau semua terdengar nyaman, berarti pengaturan yang Anda buat sudah berada di jalur yang tepat.

6. Perhatikan Mode Mendengarkan

Beberapa headphone modern memiliki mode Noise Cancelling, Transparency, hingga Spatial Audio.

Yang sering tidak disadari, setiap mode bisa menghasilkan karakter bass yang sedikit berbeda.

Karena itu, lakukan pengujian menggunakan mode yang paling sering Anda pakai sehari-hari.

7. Kalau Sudah Dicoba Semua, Baru Pertimbangkan Upgrade

Kalau semua cara di atas sudah dilakukan tetapi suara bass masih belum sesuai harapan, mungkin memang saatnya melirik headphone baru.

Saat ini banyak headphone nirkabel premium menawarkan karakter bass yang kuat namun tetap bersih, seperti Sony WH-1000XM6, Sennheiser HD 630, Bose QuietComfort Ultra (Generasi Kedua), hingga AirPods Max 2.

Namun perlu diingat, harga mahal bukan jaminan suara akan cocok di telinga Anda. Karakter audio sangat dipengaruhi selera masing-masing.

Mengejar bass terbaik bukan berarti membuat musik terdengar seperti bagasi mobil yang dipenuhi subwoofer.

Bass yang baik justru terasa dalam, bertenaga, tetapi tetap memberi ruang bagi vokal dan instrumen lain untuk bernapas.

Kadang yang dibutuhkan bukan headphone baru, melainkan sedikit kesabaran untuk mengenal perangkat yang sudah ada di tangan. (Red2)

Sumber: Disadur dan diadaptasi dari artikel Engadget berjudul “Want the Best Bass Out of Your Headphones? Here’s What to Look For”.

Share Now

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!